Daftar tempat wisata di KEDIRI

1. Candi Tegowangi.
2. Candi Surowono (kec. Badas)
3. Desa Ikan (dusun Nepen dan Surowono kec. Badas)
4. Goa Surowono
5. Telaga Sunan Darajat (desa Canggu kec. Badas)
6. Pemandian Corah-Pare
7. Kampung Bahasa-Pare
8. Garuda Park at Night-Pare
9. Alun-alun Pare
10. Taman kilisuci-Pare
11. Masjid agung Annur Pare.
12. Rafting-kandangan
13. Bendungan Siman
14. Gunung kelud

Baca lebih lanjut

Membuat Iklan di Blog dan Memasangnya

Membuat dan Memasang Banner Iklan di Blogspot dengan

Info Web : IslamicLandmarks.com.

Nama : Moh Haris Hariyadi (A32209010) SPI VII – B

Makul : Internet Sejarah

            Selamat Datang di IslamicLandmarks.com. Situs ini didedikasikan untuk menyatukan informasi tentang tempat-tempat penting sejarah Islam dalam rangka untuk menemukan kembali warisan kita dan membantu menginformasikan umat.

            Di dalam tampilan “Home” web tersebut menampilkan 10 gambar dari beberapa wilayah. Disini juga kita disuruh untuk mengikuti update terbaru web mereka baik melalaui Facebook maupun Tweeter. Jika kita meng Klik salah satu gambar itu maka didalamnya nanti akan ada keterangan yang sesui dengan Wilayahnya. Didalamnya terdapat keterangan-keterangan tempat sejarah, atau situs kebudayaan baik berupa gambar maupun Tulisan. ada juga yang berupa video. berikut adalah daftar keterangan keterangan sejarah yang ada pada wilayah Syiria yang di web tersebut : Baca lebih lanjut

Fungsi arsip dalam sejarah

FUNGSI ARSIP DALAM SEJARAH

A. Pendahuluan

            Arsip sebagai rekaman informasi (recorded information) yang merupakan gambaran dari realitas pemilik atau pencipta arsip dalam dunia kearsipan dikenal sebagai creating agency- baik itu individu maupun organisasi. Dalam konteks penelitian sejarah, arsip dikategorikan sebagai sumber primer, disebut demikian karena arsip merupakan pengetahuan tangan pertama (firsthand knowledge)  dan rekaman sezaman dari suatu kejadian atau peristiwa. Sebagai sumber primer dalam penelitian dan penulisan sejarah, arsip merupakan komponen yang utama bahkan begitu besarnya peran arsip dalam penulisan sejarah sehingga terdapat pemahaman bahwa apabila tidak ada dokumen(arsip) maka tidak ada sejarah (no document no history).

Meskipun arsip memiliki substansi yang teramat penting dalam penulisan sejarah, namun di negeri ini tampaknya belum diikuti oleh kesadaran pengelolaan arsip yang baik. Sebagai gambaran umum bisa dilihat dari banyaknya dokumen atau arsip vital negara yang hilang, sulitnya menemukan bahan arsip untuk penelitian, banyaknya institusi, lembaga, instansi yang tidak memiliki records centre,  dan masih banyak persoalan seputar dunia kearsipan di Indonesia. Berangkat dari permasalahan di atas, kita melihat bahwa kesadaran untuk mengumpulkan, menyimpan, maupun menata berbagai dokumen atau arsip yang dinilai berharga belum banyak dilakukan. Bahkan, jika dikaitkan dengan persoalan kultur, kegiatan mengarsip dan kepedulian terhadap pentingnya arsip di negeri ini tergolong rendah.

Bahkan sudah menjadi semacam kewajiban bagi peneliti sejarah yang menulis desertasi,  mau tidak mau harus terbang ke negara lain untuk mencari berbagai dokumen mengenai Indonesia. Sebut saja lembaga seperti Perpustakaan Universitas Leiden dan KITLV (Pusat Penelitian Bahasa dan Antropologi) di Belanda, Perpustakaan milik Universitas Cornell di AS, dan beberapa nama lembaga lain di luar negeri, telah demikian dikenal memiliki dokumen yang tergolong lengkap tentang Indonesia.

Satu contoh kasus dialami oleh Tim Pustakaloka Harian Kompas yang mengalami kesulitan  saat berhubungan dengan dokumentasi tentang Indonesia. Untuk mendapatkan naskah asli sebuah drama berjudul Lelakon Raden Beij Soerio Retno yang terbit pada pertengahan abad ke-19, tim tersebut harus mengunjungi Perpustakaan Universitas Leiden. Dari serangkaian gambaran di atas, pertanyaan yang muncul adalah sudah sedemikian parahkah persoalan yang berkaitan kearsipan atau dokumentasi di negeri ini? Bagaimana sebetulnya peta pendokumentasian di negeri ini? Apakah memang semua koleksi negeri ini tiada lagi yang tersisa sehingga untuk mempelajari sejarah negeri ini pun harus di negeri orang? Baca lebih lanjut

Tujuan Penataan Varietas tebu

  1. Membangun dan mengatur perwilayahan antar pabrik gula berdasarkan kemasakan, serta menjamin pasok bahan baku yang cukup dan merata kualitasnya
  2. memanfaatkan lahan untuk ditanami varietas yang sesua potensi dan tipologi
  3. menyediakan varietas yang selalu aktual dengan mnyelenggarakan pembibitan berjenjang dan percobaan adabtasi varietas

 

Sumber : Dinas perkebunan provinsi Jawa Timur

duaribuan

untuk bulutangkis Indonesia

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Haris eXpress

ilmu yang banyak tak akan berguna jika tidak di manfaatkan

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Catatan Hidup

Aku berjalan dan kutuliskan jejak ini

"Sekedar Info"

Berbagi Informasi untuk Indonesia

%d blogger menyukai ini: