KTP

Kemarin setelah hari raya idul fitri saya ingin mengurus KTP saya yang sudah habis masa aktifnya. Sebelumnya saya juga tidak mendapatkan surat panggilan untuk KTP. sehingga saya hanya ingin mengurus KTP manual saja (KTP BIASA). Di Desa saya kalau ingin cepat biasanya cukup kita ke Kasun (Kamituwo) , Modin atau ke Kabayan dengan membayar uang 50.000 rupiah. Namun saya mencoba untuk mengurusi KTP saya sendiri mulai dari tingkat RT-KECAMATAN. Pertama Blangko pengesian KTP di kantor kecamatan itu sebenarnya ada, namun pada waktu saya ke kantor kecamatan dan petugasnya bilang kalau Blankonya habis dan disuruh ke Kelurahan. saya pun ke Kekelurahan, dan ternyata disana masih sepi, padahal untuh Jam 10.00 pagi, hanya ada petugas kebersihan yang menyapu ruangan. Kemudia saya tanya petugas kebersihan tersebut.”Ini petugasnya ada apa tidak pak?” beliau menjawab “saya tidak tahu mas, nanti datang atau tidaknya.” Kemudia saya kecewa dan akhirnya kembali pulang ke rumah. Sorenya saya ke Pak RT,disitu saya dikasih blangko pengesian KTP, dulu waktu pertama kali saya ngurus itu bayar 10.000 namun untuk yang perpanjangan ini saya tidak dipungut biaya. Kalau dulu itu alasanya sebagai “Uang Tanda-tangan.” Sebelum ke pak RW saya disarankn ke Pk Modin, awalnya dulu saya lewat pak Modin untuk membuatkan KTP karena masih awal-awal dengan membyar 25.000 rupiah. Namun kali ini pak Modin tidak bisa membantu. Karena KTP lama saya masih kecamatan yang dulu sebelum pemekaran. Saya kecewa lagi, Namun saya langsung ke Pak RW. Saya aku pak RW say sangat baik. dan Blangko saya langsung di Stempel tanpa BA – Bi – BU. Kemudia saya ke Kasun (kamituwo) saya kenal baik dengn kamituo dusun saya sehingga tidak di pungut biaya, tapi biasanya orang lain di pungut biaya. setelah dapt stempel dan Tanda tangan RT, RW, Kasun saya ke kantor kelurahan untuk mendapatkan TTD lagi. Alhamdulilah tidak tutup lagi walau petugasnya hanya satu orang dan tanpa di pungut biaya.
Setelh itu saya langsung ke Kecamatan, disana saya di tanya “ada keperluan apa mas?” kata salah satu petugas, “Mau membuat KTP pak..” jawab saya. “Blangkonya habis mas, belum datang dari kabupaten” katanya. kemudia saya menjawab “saya sudah bawa blangko pak?” bapak petugas tadi yang sedang tidak ngapa-ngapain dan main HP itu dengan sewot mengatakan “mana blangkonya” kemudian saya menyorkan blangko itu. “Ini 10.000 mas?”. dengn muka yang amat marah dan tidak iklas saya tetap mengeluarkan uang 10.000 saya biar gak banyak bacot itu petugas.
1 Minggu kemudia saya kembali ke Kecamatan untuk meminta KTP nya, dan katanya belum dikerjakan, saya sangat kecewa dengan pelayanan petugas kecamatan BADAS-KEDIRI. Padahal klo ada orang yang bayar 50.000 KTP nya LANGSUNG JADI tanpa syarat-syarat RT RW DLL. Itu berarti kan sebenarnya KTP itu bisa dibuat langsung tanpa menungu bermingu-mingu, Padahal mereka sudah di gaji negara, mengapa mereka masih tega memeras uang rakyat.

Satu Tanggapan

  1. wkwkkw ,.
    intinya tak ada tikus yang tak suka uang panas😀

Silahkan komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

duaribuan

untuk bulutangkis Indonesia

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Haris eXpress

ilmu yang banyak tak akan berguna jika tidak di manfaatkan

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Catatan Hidup

Aku berjalan dan kutuliskan jejak ini

"Sekedar Info"

Berbagi Informasi untuk Indonesia