BUKTI KEDATANGAN DAN PERKEMBANGAN ISLAM (ABAD 14-17)

BUKTI KEDATANGAN DAN BERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA

ABAD 14-17 M

 

A. Latar Belakang

            Kedatangan islam di Nusantara penuh dengan perdebatan, terdapat tiga masalah pokok yang menjadi perdebatan para sejarawan. Peratama, tempat asal kedatangan islam. Kedua, para pembawanya. Ketiga, waktu kedatanganya.

            berbagai teori dan pembahasan yang berusaha menjawab ketiga masalah pokok itu

NISAN

belum tuntas, karena kurangnya data yang dapat mendukung teori tertentu dan juga sifat sepihak dari berbagai teori yang ada.

            Kebanyakan teori yang ada dalam segi-segi tertentu gagal menjelaskan kedatangan islam, konversi agama yang terjadi, dan proses -proses islamisasi yang terlihat didalamnya. bahkan juga bisa saja teoro tertentu tidak mampu menjawab pertanyaan dan tudingan yang diajukan teori lain.[1]

B. Kedatangan Islam di Nusantara

            Sejumlaah sarjana dari Belanda, memegang teori bahwa asal islam Nusantara adalah anak benua India. Sarjana pertama mengemukakan adalah Pijnappel. Dia mengaitkan islam Nusantara dengan wilayah Gujarat dan Malabar. Menurutnya, Orang-orang Arab yang bermadzab syafi’i yang bermigrasi dan menetap di wilayah India tersebut yang kemudian membawa islam ke Nusantara.[2] Moquito menambahkan bahwa tempat asal islam di Nusantara adalah di gujarat setelah adanya bukti Nisan di Pasai bertanggal 17 Dzulhijah 831 H/27 September 1428[3]. Serangkaian Batu nisan yang sangat penting ditemmukan di kuburan kuburan di jawa timur, yaitu Trowulan dan Tralaya, di dekat situs istana Majapahit. Batu-batu itu menunjukan makam orang-orang muslim, tapi tarikhnya menggunakan tahun saka India. Tarikh saka dipakai oleh intana-istana Jawa dari zaman kuno hingga tahun 1633 M. Digunakannya tarikh ini dan angka-angka tahun jawa kuno pada batu-batu nisan itu menunjukkan bahwa makam-makam itu, hampir dipastikan, merupakan tempat dimakamkannya orang-orang muslim Jawa. Batu nisan itu pertama ditemukan di trowulan yang bertarikh 1290 S (1368-69 M). di taksirkan bahwa makan-makan tersebut adalah makam anggota keluarga raja.[4]

C. Bekembangan Islam Nusantara

            Islam di Asia Tenggara menyajikan bukti-bukti dari dalam maupun dari luar mengenai sejarahnya, sama seperti tradisi keagamaan lainya. Tidak ada peristiwa sejarah yang lebih jelas merupakan bagian dari rencana Tuhan kepada manusia selain bukti dari dalam. Dan karena itu, tidak mengherankan bahwa aspek – aspek cerita yang dicatat oleh penulis-penulis muslim memperlihatkan berlangsungnya rencana ilahiah ini. Hampir seluruh kronik di Asia tenggara menggambarkan peristiwa gaib yang menyertai peralihan sebuah negara menjadi islam, namun perbedaan di antara jenis campur tangan ilahiah itu perlu pula diperhatikan.[5]

            Islam hanya memberikan satu bentuk tambahan kepercayaan dan praktik yang dapat berubah sesui dengan tujuan tertentu. Sebagian besar juru dakwah islam di kepulauan Melayu-Indonesia, yang menonjol diantara mereka adalah Wali songo di Pulau Jawa mengenalkan islam umumnya dalam bentuk kompromi dengan kepercayaan-kepercayaan lokal yang mapan yang banyak diwarnai takhayul atau kepercayaan-kepercayan animistik lainya. Mereka menarik banyak orang untuk memeluk islam dengan cara menggunakan jimat, pesona ilmu kesaktian dan trik trik supernatural lainya.[6]

            Peranan spiritual muslim Melayu, merupakan sisa peranan para raja Melayu pra-islam yang kadang-kadang dihadirkan dalam literatur sebagai bodhissattwa, sebagai mahluk pencerahan Budha yang  meninggalkan tahtanya di Nirwana dalam rangka tetap tinggal di muka bumi ini dan membantu pembebasan rihaniah rekan-rekan makluk mereka. serupa dengan para penguasa terdahulu yang berpendapat mampu mengajarkan para warga mereka dengan “tantra yang suci” dan “kedaimaian yang abadi.”[7]

D. Simpulam

            Tempat  islam di Nusantara adalah di gujarat setelah adanya bukti Nisan di Pasai bertanggal 17 Dzulhijah 831 H/27 September 1428. Bukti dari kedatangan islam di Jawa yaitu adanya Batu nisan yang sangat penting ditemukan di kuburan di Jawa timur, yaitu Trowulan dan Tralaya, di dekat situs istana Majapahit. tapi tarikhnya menggunakan tahun saka India. Tarikh saka dipakai oleh intana-istana Jawa dari zaman kuno hingga tahun 1633 M. ini membuktikan islam sudah ada pada zaman majapahit.

            Perkembangan Islam di Nusantara diawali dengan adanya wali songo yang mendakwahkan islam ke pelosok Jawa. Sebenarnya di pulau-pulau lain juag tedapat banyak wali/kyai selain wali songo. Mereka mengenalkan islam umumnya dalam bentuk kompromi dengan kepercayaan-kepercayaan lokal yang mapan yang banyak diwarnai takhayul atau kepercayaan-kepercayan animistik lainya. Dalam banyak kasus, mereka menarik banyak orang untuk memeluk islam dengan cara menggunakan jimat, pesona ilmu kesaktian dan trik trik supernatural lainya.

 


  •                 [1] Azumardi Azra, Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (Bandung : Mizan, 1994), 2
  •                 [2] GWJ Drewe,”New Light on the Coming of Islam to Indonesia,” dalam Azyumardi Azra. Jaringan Ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII (Bandung : Mizan, 1994, 2-3
  •                 [3] Ibid., 3
  •                 [4] M.C. Rickleff, A History  of Modern Indonesia Since, (Jakarta: Serambi Ilmu Semesta, 2008),  6
  •                 [5] Anthony reid, Sejarah Modern Awal Asia Tenggara, (Jakarta: LP3ES, 2004), 20
  •                 [6] Azumardi Azra, Jaringan Global dan Lokal Islam Nusantara (Bandung: Mizan, 2002), 20-21
  •                 [7] Azyumardi Azra (ed),  Prespektif Islam di Asia Tenggara (Jakarta : Yayasan Obar Indonesia, 1989), 153-154

Silahkan komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

duaribuan

untuk bulutangkis Indonesia

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Haris eXpress

ilmu yang banyak tak akan berguna jika tidak di manfaatkan

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Catatan Hidup

Aku berjalan dan kutuliskan jejak ini

"Sekedar Info"

Berbagi Informasi untuk Indonesia