Arab Pada Masa Islam

PENDAHULUAN

Quraisy yang merupakan kabilah atau suku yang utama di Jazirah Arab karena memiliki hak pemeliharaan terhadap Ka’bah. Suku ini terkenal dalam bidang perdagangan bahkan pada pasa itu aktivitas dagang mereka dikenal hingga Damaskus, Palestina dan Afrika. Tokoh sebagai kepala kabilah quraisy adalah Qussai bin kilab yang dilanjutkan oleh Abdul Muthalib. Nabi Muhammad adalah keturunan langsung dari Nabi Ismail serta Qussai bin kilab.

“Bacalah! Dengan nama Tuhanmu yang menciptakan”dst. Itulah wahyu pertama yang di turunkan pada Nabi Muhammmad, di malam itu terjadi peristiwa yang di kenal dengan Lailatul khodar . Setelah nabi Muhammad menerima wahyu untuk menyebarkan agamanya kepada manusia didunia, perkembangan islam sangat pesat. terutama di Mekkah dan Medinah karena dua kota tersebut pernah di singgahi nabi dengan cukup lama, bahaka Nabi Muhammad menerima wahyu juga ada di dua kota tersebut sehingga kota tersebut sangatlah penting bagi umat islam. Kota Mekkah terletak sekitar 600 km sebelah selatan kota Madinah. Kota Mekkah juga dikenal sebagai kota dagang, pada masa lalu dikenal dengan jalur perdagangan antara Yaman-Mekkah-Madinah-Damsyiq (Damaskus). Mekkah juga sebagai pusat agama Islam selain Madinah, kota ini memiliki pusat pusat pendidikan dan pengajaran agama Islam.

Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam dikenal dengan nama Yathsrib. Dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebagai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat penerus Nabi Muhammad yang dikenal dengan pusat khalifah. Terdapat tiga Khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib

Arab Pada Masa Islam

1. Peradaban Masyarakat Arab Pada Masa Islam

Makkah adalah salah satu pusat kota di Jazirah arab, karena berada pada jalur penting Arabia Selatan sampai utara dan Mediteranian: Teluk Persia, Laut Merah melalui Jiddah dan Afrika. Penduduk yang mendiami wilayah ini adalah suku badui (suku yang selalu berpindah-pindah). Mereka berpindah-pindah demi melestarikan matapencaharian mereka berupa ternak. Suku Badui selalu berpindah-pindah ketempat uyang subur, agar binatang ternak mereka dapat tetap hidup.

Selain suku badui, juga ada suku Quraisy yang mendiami wilayah Arab (Makkah). Pada saat itu, Makkah dikuasai suku Quraisy. Suku Quraisy juga terbentuk dari beberapa kelompok atau golongan. Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa empat anak laki-laki Abdul Manaf, salah satu dari anak laki-laki Qusayy (berasal dari suku Quraisy), memerintahkan kepada keempat anaknya ke daerah luar untuk mengembangkan perdagangan. Anak pertama pergi ke Persia, anak kedua ke Ethiopia, anak ketiga ke Yaman dan anak keempat ke Syiria Bizantium. Suku Quraisy melakukan semua upaya untuk meningkatkan perdagangan di Makkah dan pada masa berikutnya mereka menjadi susku dominan, sehingga mereka menganggap bahwa merekalah yang hak prerogative untuk memerintah sepeninggal nabi.

2. Kehidupan Sosial Ekonomi
Pada awal mula kemunculan Islam Makkah, Makkah sangat berkembang sehingga menjadi pusat perdagangan. Selain itu, perkembangan intelektual dan politik juga menjadi unggulan. Gibb menulis: Kota dagang yang ramai dan sibuk, yang hampir memonopoli perdagangan antara Lautan India dan Mediteranian ini, mengingatkan kita pada Palmyra Yunani. Penduduknya yang tetap memperetahankan kesederhanaan Arab asli dalam perilaku dan lembaganya ini telah melahirkan orang-orang dengan pengetahuan yang luas dan kota ini menjadi poros diplomatic dan perdagangan yang berlangsung antara suku-suku Arab dan pejabat-pejabat Romawi.

Meskipun dalam dakwah Islam di Makkah mengalami perkembangan yang sangat pesat tapi ada beberapa golongan yang merasa terugikan. Hal ini dirasakan oleh kelompok Quraisy yang datang dari kelompok aristokrat dan berasal dari keluarga Umayyah. Keluarga ini menjadi penentang utama dakwah Rasulullah karena mereka merasa matapencaharian berupa pembuat patung yang selama ini digeluti terancam. Gerakan dan seruan Muhammad, mereka pandan sebagai sesuatu yang bidah, dan bisa merugikan kepentingan ekonomi orang Quraisy yang merupakan penjaga Ka’bah, bangunan suci tempat “berkulpulnya” sejumlah dewa dan pusat ibadah orang-orang Arab.

Kehidupan politik yang ada juga menglami perkembangan yang begitu signifikan, sehingga memunculkan berbagai pertentangan dari kalangan Quraisy. Menurut Achmad Syalabi, ada lima faktor yang mendorong orang Quraisy menentang seruan Islam itu. (1). Mereka tidak dapat membedakan antara kenabian dan kekuasaan. Mereka mengira bahwa tunduk kepada Muhammad berarti tunduk kepada kepemimpinan Abdul Muththolib. Yang sangat tidak mereka inginkan. (2). Nabi Muhammad menyerukan persamaan hak antara bangsawan dan hamba sahaya. Hal ini tidak disetujui oleh bangsawan Quraisy. (3). Para pemimpin Quraisy tidak dapat menerima ajaran tentang kebangkitan kembali dan pembalasan di akhirat. (4). Taklid kepada nenek moyang adalah kebiasaan yang berurat aakr pada bangsa Arab. (5). Pemahat dan penjual patung memandang Islam sebagai penghalang rezeki.

3. Kehidupan Politik
Selain kejayaan perdagangan yang dimiliki kawasan Arab, khususnya Makkah. Ada pula aspek lain yang mendukung berlangsungnya kehidupan bermayarakat, yaitu system politik. Tanpa system poltik yang memadai suatu negara atau wilayah tidak dapat berjalan dengan baik. Melalui peradaban yang masih dipegang teguh oleh masyarakatnya dan wilayah yang didiami tidak memungkinkan untuk melangsungkan sistem pertanian. Hal ini juga menyebabkan tidak dapat berkembangnya sistem feodalisme atau keperintahan kerajaan.
Di Arab pada awalnya tidak mengenal istilah raja. Kata malik (raja) dipakai untuk raja-raja yang berasal dari luar. Ibnu Khurdabdeh, sejarawan Muslim yang menulis bab “Gelar raja-raja dunia” dalam karyanya memberikan gelar bagi berbagai raja-raja dunia termasuk Persia, Roma, Turki, Tibet, Cina, Abisinia, dan sebagainya. Namun, rab tidak disebutkan (tentu saja disini kita tidak memasukkan Arabia selatan dan Negara-negara di kawasan utara yang berada di perbatasan Bizantium dan Persia). Yang mereka kenal hanyalah istilah senat atau dalam bahasa Arab disebut mala’a. Di dalam kelembagaan senat terdiri dari kepala tia-tiap suku. Tidak ada hak eksekutif yang dapat mengatur atau menjalankan suatu undang-undang atau aturan, hanya keputusan bulat yang dapat dijalankan secara efektif. Didalam kepemerintahan ini juga tidak ada pungutan berupa pajak ataupun kewajiban administratif lainnya.

Negara tidak mewajibkam pembayaran pajak namun, terkadang ada saja yang menyumbang untuk negara. Sumbangan yang diserahkan digunakan untuk menghias ka’bah dan lingkungan serta untuk menyambut jamaah haji yang akan datang. Konsep yang diterapkan merupakan lingkungan Nabi Muhammad Saw sejak kecil. Oleh karena itu beliau menjadi seseorang yang sangat paham dengan politik yang membawanya pada puncak kemenangan. Hal ini menjadikan Nabi Muhammad Saw musuh besar bagi pedagang Makkah.

DAFTAR PUSTAKA

Engineer, Asghar Ali. 1999. Asal Usul dan Perkembangan Islam. Pustaka
Pelajar. Yogyakarta.

Hitti, Philip K. 2002. History of The Arabs. PT Serambi Ilmu Semesta. Jakarta.

Yatim, Badri. 1993. Sejarah Peradaban Islam(Dirasah Islamiyah II). PT Raja Grafindo Persada. Yogyakarta.

[online].http://id.wikipedia.org/wiki/Lailatul_Qadar.diakses pada tgl 5 April 2010.

PENUTUP

Mekkah adalah salah satu kota Penting pada saat zaman nabi Muhammad sampai sekarang banyak suku-suku yang berdiam di Mekkah diantaranya suku badui, juga ada suku Quraisy yang mendiami dan yang paling dominant di antara suku-suku yang lain.

Makkah sangat berkembang sehingga menjadi pusat perdagangan. Selain perdagangan juga berkembang intelektual dan politik. Meskipun dalam dakwah Islam di Makkah mengalami perkembangan yang sangat pesat tapi ada beberapa golongan yang merasa terugikan. Hal ini dirasakan oleh kelompok Quraisy yang datang dari keluarga Umayyah. Keluarga ini menjadi penentang utama dakwah Rasulullah karena mereka merasa matapencaharian berupa pembuat patung yang selama ini digeluti terancam.

Di Mekkah pada masa itu juga sudah di kenal dengan namanya system politik, tanpa system poltik yang memadai suatu negara atau wilayah tidak dapat berjalan dengan baik. Didalam kepemerintahan ini juga tidak ada pungutan berupa pajak ataupun kewajiban administratif lainnya.

Silahkan komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

duaribuan

untuk bulutangkis Indonesia

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Haris eXpress

ilmu yang banyak tak akan berguna jika tidak di manfaatkan

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Catatan Hidup

Aku berjalan dan kutuliskan jejak ini

"Sekedar Info"

Berbagi Informasi untuk Indonesia