PUSAT-PUSAT PERADABAN ISLAM

PEMBAHASAN

PUSAT-PUSAT PERADABAN ISLAM 1

(MEKKAH, MADINAH, BAGDAD, KAIRO)

 

  1. 1.    Mekkah (Pada masa Nabi Muhammad)

Mekkah disebut Macoroba diambil dari bahasa Saba, Makuraba, yang berarti tempat suci. Kata ini menunjukkan bahwa kota ini didirika oleh suatu kelompok keagamaan. Mekkah adalah tempat yang panas seperti cerita Ibn bathuthah yang kepanasan sewaktu thowah di Ka’bah. Mekkah juga merupakan tempat persinggahan orang-orang mushafir dari Ma’rib dan Gazza.[1]

            Mekkah adalah salah satu pusat kota di jazirah Arab, berada pada jalur penting arabia selatan sampai utara mediterania. Mekkah pada itu dikuasai oleh suku Qurais. Suku Qurais melakukan semua upaya untuk meningkatkan perdagangan di Mekkah  dan pada masa berikutnya mereka menjadi suku dominan dan yang menggap merekalah yang mempunyai hak Preogatif[2]

  • Kehidupan Sosial Ekonomi

Mekkah menjadi pusat perdagangan dan perkembangan intelektual dan politik. Mekkah hampir memonopoli perdagangan antara lautan India dan Mediterania. hubungan diplomatik dan perdagngan juga sudah ada antara suku-suku Arab dan Pejabat Romawi[3]

  • Kehidupan Politik

Pada umumnya di Arab pada saat itu tidak mengenal istilah Raja. Yang mereka kenal adalah istilah Senat atau dalam bahasa Arabnya disebut Mala’a. Didalam senat terdiri dari kepala tiap-tiap suku. tidak ada hal eksekutif yang dapat mengatur atau menjalankan suatu aturan, hanya keputusan bulat yang dapat dijalankan secara eferktif. Dalam kepemrintahan ini juga tidak ada pemungutan pajak atau administrasi lainya. [4] semunya dijalankan dengan syariah islam.

Mekkah pada masa nabi muhammad lebih dititik beratkan pada menata masyarakatnya pada aqidah. sedangkan untuk ilmu-ilmu lain banyak diterapkan di Madinah. Mekkah menjadi pusat Keagamaan umat islam dunia. Mereka banyak berdatangan ke Mekkah untuk Haji dan umroh. serta memperdalam ilmu agamanya.

  1. 2.    Madinah

 

Awalnya bernama Yasrib kemudia berganti nama menjadi Madinah Peradaban Madinah berkembang ketika nabi muhammad datang ke Kota itu, dimana onta nabi muhammad berhenti disuatu bidang lahan untuk pembangunan masjid Nabawi. Pada saat itu kaum muslimin melakukan berbagai aktifitasnya di dalam masjid ini, baik beribadah, memutuskan suatu perkara, jual eli maupun perayaan-perayaan. tempat ini menjadi faktor pemersatu umat.[5] Selanjutnya kota ini menjadi pusat kekhalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Terdapat tiga khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu BakarUmar bin Khattab, dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbunuhnya khalifah Utsman.

Secara sistematik, proses peradaban yang dilakukan oleh nabi pada masyarakat islam di yatsrib adalah

  1. Nabi Muhammad mengubah nama dari yasrib menjadi Madinah Al-munawarah. Perubahan nama itu bukan secara kebetulan, perubahan itu menggambarkan cita-cita nabi Muhammad Saw. yaitu membentuk suatu masyarakat yang tertib dan maju dan berperadaban.
  2. membangun masjid bukan sebagai tempat ritual saja, tapi juga menjadi sarana penting untuk mempersatukan kaum muslimin dengan musyawaah dalam merundingkan masalah-masalah yang dihadapi. Masjid juga sebagai pusat pemerintahan.
  3. Nabi muhammad membentuk kegiatan Mu’akhat (persaudaraan) yang mempersaudarakan kaum Muhajirin dan Anshar
  4. membentuk persahabatan dengan pihak-pihak lain yang tidak beragama islam
  5. membentuk tentara untuk mengantisipasi gangguan yang dilakukan musuh.

Hubungan antara muslim dengan muslim lainya berdasarkan piagam madinah terdapat 5 prinsip

i)     bertetngga baik

ii)    saling membantu

iii)   membela yang dianiyaya

iv)   saling menasehati

v)    menghormati kebebasan agama[6]

  1. 3.    Bagdad

Kota Bagdad didirikan di tepi barat Tigris di suatu waktu antara tahun 762 dan 767 oleh kekholifahan Abbasiyah yang dipimpin oleh Kalifah al-Mansyur. Kota ini kemungkinan dibangun di bekas sebuah perkampungan Persia. Dalam jangka waktu satu generasi sejak didirikan, Bagdad telah menjadi pusat pendidikan dan perdagangan. Beberapa sumber memperkirakan ia hanya memiliki lebih dari sejuta penduduk, meski yang lainnya menyatakan bahwa angka sebenarnya bisa jadi hanya sebagian dari jumlah tersebut. Sebagian besar penduduknya berasal dari seluruh Iran terutama dari Khorasan. Banyak dari kisah-kisah dalam Seribu Satu Malam berlokasi di Bagdad pada periode ini—yang disebut “Madinat as-Salam” (“Kota Kedamaian”) oleh Shahrazad—dan mengisahkan pemimpinnya yang paling dihormati, Kalifah kelima, Harun al-Rashid. Kisah Seribu Satu Malam, termasuk cerita Sindbad yang termasyhur, melambangkan kehebatan budaya Bagdad selama masa keemasannya sebagai pemimpin dunia Arab dan Islam yang diakui.

Pada abad ke-8 dan 9, Bagdad dianggap sebagai kota terkaya di dunia. Para pedagang Tiongkok, India, dan Afrika Timur bertemu di sini, bertukaran benda-benda kebudayaannya dan melambungkan Bagdad menjadi renaisans intelektual. Rumah sakit dan observatorium dibangun; para penyair dan seniman dibina; dan karya besar Yunani diterjemahkan ke bahasa Arab.

Bagdad adalah salah satu dari kota terbesar dan paling kosmopolitan di dunia dan menjadi rumah bagi umat Muslim, KristianiYahudi dan penganut paganisme dari seluruh Timur Tengah dan Asia Tengah.[7]

Sejak awal berdirinya, kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam. Itulah sebabnya, Philip K. Hitti menyebutnya sebagai kota intelektual. Menurutnya, di antara kota-kota dunia, Baghdad merupakan profesor masyarakat Islam. Al-Manshur memerintahkan penerjemahan buku-buku ilmiah dan kesusastraan dari bahasa asing: India, Yunani lama, Bizantium, Persia, dan Syria. Para peminat ilrnu dan kesusastraan segera berbondong-bondong datang ke kota itu.

Setelah masa Al-Manshur, kota Baghdad menjadi lebih masyhur lagi karena perannya sebagai pusat perkembangan peradaban dan kebudayaan Islam. Banyak para ilmuwan dari berbagai daerah datang ke kota ini untuk mendalami ilmu pengetahuan yang ingin dituntutnya. Masa keemasan kota Baghdad terjadi pada zaman pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid (786 – 809 M) dan anaknya Al-Ma’mun (&13 – 833 M). Dari kota inilah memancar sinar kebudayaan dan peradaban Islam ke seluruh dunia. Prestise politik, supremasi ekonomi, dan aktivitas intelektual merupakan tiga keistimewaan kota ini. Kebesarannya tidak terbatas pada negeri Arab, tetapi meliputi seluruh negeri Islam. Baghdad ketika Itu meniadi pusat peradaban dan kebudayaan yang tertinggi di dunia. Ilrnu pengetahuan dan sastra berkembang sangat pesat. Banyak buku filsafat yang sebelumnya dipandang sudah “mati” dihidupkan kembali dengan diterjemahkan ke dalam bahasa Arab. Khalifah Al-Ma’mun memiliki perpustakaan yang dipenuhi dengan beribu-ribu buku ilmu pengetahuan. Perpustakaan itu bernama Bait al- Hikmah.[8]

  1. 4.    Kairo

            Kota seribu menara. Itulah julukan yang disandang Kairo – salah satu kota penting dalam sejarah peradaban Islam. Pada abad pertengahan, ibukota Mesir yang berada di benua Afrika itu memainkan peranan yang hampir sama pentingnya dengan Baghdad di Persia serta Cordoba di Eropa. Kairo yang terletak di delta Sungai Nil telah didiami manusia Mesir Kuno sejak tahun 3500 SM. Mesir Kuno sempat mencapai kemakmuran di bawah penguasa Zoser, Khufu, Khafre, Menaure, Unas dan lainnya. Di masa itu, ibukota Mesir Kuno itu sudah menjadi salah satu kota yang berpengaruh di dunia. Kekuasaan Romawi di Mesir tumbang ketika Islam menjejakkan pengaruhnya pada tahun 641 M.komando jenderal perang Muslim, Amar bin Al-Ash yang pertama kali menancapkan pengaruh Islam di Mesir. Saat itu, Amar bin Al-Ash justru menjadikan Fustat – kini bagian kota Cairo – sebagai pusat pemerintahannya.

Di Fustat itulah, bangunan masjid pertama kali berdiri di daratan Afrika. Fustat tercatat mengalami pasang-surut sebagai sebuah kota utama di Mesir selama 500 tahun. Penjelajah dari Persia, Nasir-i-Khusron mencatat kemajuan yang dicapai Fustat. Ia melihat betapa eksotik dan indahnya barang-barang di pasar Fustat, seperti tembikar warna-warni, kristal dan begitu melimpahnya buah-buahan dan bunga, sekalipun di musim dingin.

Dari tahun 975 sampai 1075 M Fustat menjadi pusat produksi keramik dan karya seni Islami – sekaligus salah satu kota terkaya di dunia. Ketika Dinasti Umayyah digulingkan Dinasti Abbasiyah pada 750 M, pusat pemerintahan Islam di Mesir dipindahkan ke Al-Askar – basis pendukung Abbasiyah. Kota itu bertahan menjadi ibukota pemerintahan hingga tahun 868 M. Sekitar 1168 M, Fustat dibumihanguskan agar tak dikuasai tentara Perang Salib.

Berdirinya Cairo sebagai ibukota dan pusat pemerintahan diawali gerakan penumpasan golongan Syiah yang dilancarkan penguasa Abbasiyah di Baghdad. Kongsi yang dibangun golongan Syiah dengan Bani Abbas untuk menjatuhkan Bani Umayyah akhirnya pecah. Penguasa Abbasiyah mencoba meredam perlawanan golongan Syiah Ismailiyah di bawah pimpinan Ubaidillah Al-Mahdi. Setelah sempat ditahan, Ubadilah akhirnya dibaiat menjadi khalifah bergelar Al-Mahdi Amir Al-Mu’minin (909 M). Pengganti Khalifah Ubaidilah Al-Mahdi, Muizz Lidinillah mulai mengalihkan perhatiannya ke Mesir. Ia menunjuk Panglima Jauhar Al-Katib As-Siqili untuk menaklukan Mesir. Tahun 969 M, Mesir berada dalam kekuasaan Syiah Ismailiyah. Sejak itu, mereka membangun kota baru yang diberi nama Al-Qahirah atau Kairo yang berarti ‘penaklukan’ atau ‘kejayaan’. Pada 972 M, di Kairo telah berdiri Masjid Al-Azhar.

Kota Cairo tumbuh pesat setelah pada tahun 973, seiring dengan hijrahnya Khalifah Mu’izz Lidinillah dari Qairawan ke Mesir. Sejak saat itu, Kairo mencapai kejayaan sebagai pusat pemerintahan Dinasti Fatimiyah. Dinasti itu menorehkan kegemilangan selama 200 tahun. Di masa itu, Mesir menjadi pusat kekuasaan yang mencakup Afrika Utara, Sisilia, pesisir Laut Merah Afrika, Palestina, Suriah, Yaman, dan Hijaz. Kairo tumbuh dan berkembang sebagai pusat perdagangan luas di Laut Tengah dan Samudera Hindia. Kairo pun menggabungkan Fustat sebagai bagian dari wilayah administratifnya. Tak heran, jika Cairo tumbuh semakin pesat sebagai salah satu metropolis modern yang diperhitungkan dan berpengaruh.

Pada era itu pula, Cairo menjelma menjadi pusat intelektual dan kegiatan ilmiah baru. Bahkan, pada masa pemerintahan Abu Mansur Nizar Al-Aziz (975 M – 996 M), Kairo mampu bersaing dengan dua ibu kota Dinasti Islam lainnya yakni, Baghdad di bawah Dinasti Abbasiyah dan Cordoba pusat pemerintahan Umayyah di Spanyol. Kini, Universitas Al-Azhar menjadi salah satu perguruan tinggi terkemuka yang berada di kota itu. Jika kedua dinasti lainnya mampu membangun istana, Bani Fatimiyah pun mampu mendirikannya. Selain itu, ketiga dinasti yang tersebar di tiga benua itu juga berlomba membangun masjid. Dinasti Abbasiyah di Baghdad bangga memiliki Masjid Samarra, Dinasti Umayyah memiliki Masjid Cordoba dan Fatimiyah memiliki Masjid Al-Azhar.

Fatimiyah mencapai kemajuan yang pesat dalam administrasi negara. Karena, pada saat itu, dinasti itu mengutamakan kecakapan dibandingkan keturunan dalam merekrut pegawai. Toleransi pun dikembangkan. Penganut Sunni yang profesional pun diangkat kedudukannya laiknya Syiah. Toleransi antarumat beragama pun begitu tinggi. Siapapun yang mampu bisa duduk di pemerintahan.

Kairo saat di Dinasti Mamluk. Sekitar tiga abad lamanya Mamluk menjadikan Kairo sebagai pusat pemerintahannya. Ketika Baghdad dihancurkan bangsa Mongol pada 1258 M, pasukan Hulagu Khan tak mampu menembus benteng pertahanan Kairo. Selama periode itu, Kairo menjadi salah satu pusat kebudayaan Islam dan gudang barang-barang dagang untuk Eropa dan dunia Timur.

Kairo juga sempat dikuasai Turki. Sejak kekuasaan Turki berakhir pada 1517 M, kota itu sempat tenggelam. Kairo kembali menggeliat ketika pada awal abad modern, Muhammad Ali memimpin Mesir. Kota itu pun menjelma sebagai pusat pembaruan Islam zaman modern[9]

PENUTUP

simpulan

     Mekkah, madinah, Bagdad dan kairo adalah pusat=pusat dari peradabn islam. bahkan jauh sebelum islam masuk ke daerah tersebut tempat-tempat tersebut sebenarnya sudah mengalami peradaban yang tinggi. Mekkah pada masa nabi muhammad lebih dititik beratkan pada menata masyarakatnya pada aqidah. sedangkan untuk ilmu-ilmu lain banyak diterapkan di Madinah. Mekkah menjadi pusat Keagamaan umat islam dunia. Mereka banyak berdatangan ke Mekkah untuk Haji dan umroh. serta memperdalam ilmu agamanya. Madinah kota ini menjadi pusat ke khalifahan sebagai penerus Nabi Muhammad. Kota ini menjadi tonggak awal majunya peradaban Islam.

Bagdad dianggap sebagai kota terkaya di dunia. Para pedagang Tiongkok, India, dan Afrika Timur bertemu di sini, bertukaran benda-benda kebudayaannya dan melambungkan Bagdad menjadi renaisans intelektual. Kota seribu menara. Itulah julukan yang disandang Kairo – salah satu kota penting dalam sejarah peradaban Islam. kairo adalah kota pendidikan dan bahkan menjadi kota berperadaban modern.

DAFTAR PUSTAKA

 

Engginer, Asghar Ali. 1999. Asal usul dan peradaban islam: Pustaka          pelajar  Hal 61-62

Hitti, Philip K. 2002. history of the Arabs.  Serambi ilmu Semesta.:Jakarta

Supriadi, Dedi . 2008. Sejarah Peradaban Islam. pustaka setia: Bandung

[online] http://www.wikipedia.com diakses pada tgl  19 mei 2011

[online] http://zairifblog.blogspot.com/2010/12/pusat-peradaban-islam-di     baghdad.html. diakses pada tgl  19 mei 2011

[online] http://kebunhidayah.wordpress.com/2009/05/26/277/.diakses pada           tgl  19 mei 2011

JIKA INGIN MENGKOPI FILE INI HARAP CAMTUMKAN BLOG INI

http://sejahar.wordpress.com/2011/11/22/pusat-pusat-peradaban-islam/

 

DAN JANGAN LUPA BERKOMENTAR DI BLOGNYA

 

 


[1] Philip K Hitti. 2002. history of the Arabs.  Serambi ilmu Semesta. hal. 130

[2] Asghar Ali Engginer. 1999. Asal usul dan peradaban islam. Pustaka pelajar  Hal 61-62

[3] Ibid, hal 61

[4] Ibid hal 65

[5] Dedi Supriadi . 2008. Sejarah Peradaban Islam. pustaka setia. hal. 63

[6] ibid hal 64-65

3 Tanggapan

  1. suka banget dah

  2. [...] Pusat-pusat Peradaban Islam : ini juga merupakan makalah saya waktu kuliah 0.000000 0.000000 koneksikan keEmailPrintLike [...]

  3. I like that

Silahkan komentar..

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Always Badminton

Portal Berita Dan Informasi Bulutangkis Terlengkap

duaribuan

untuk bulutangkis Indonesia

alangalangkumitir

Javanese Manuscripts

Haris eXpress

ilmu yang banyak tak akan berguna jika tidak di manfaatkan

dunia gradien

Just another WordPress.com weblog

Catatan Hidup

Aku berjalan dan kutuliskan jejak ini

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.