RESENSI JURNAL

RESENSI JURNAL

Nama : Moh Haris hariyadi                (A32209010)

Kelas : VI-B SPI

Teori Sosial

Judul : Jurnal Sejarah Indonesia volume 3

Terbit pada : 1 Januari 2011

Oleh : Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Jawa Timur – Surabaya

Dicetak Oleh : Unesa University Press

 

Sub Judul : Film Dokumenter, Peninggalan Sejarah dan Purbakala. (Media untuk meningkatkan belajar Sejarah)

Latar Belakang.

            Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sejarah berperan sebagai alat untuk mengubah cara berfikir masyarakat, meningkatkan pengetahuan, bukan untuk mengingat nama dan tanggal tetapi untuk  memahami, menilai dan mengambil sikap dengan hati-hati. Sejarah menyangkut persoalan kesinambungan dan perubahan yang dapat di pelajari manusia. Generasi sekarang tentu saja tidak ingin mengulang kesalahan yang diperbuat oleh pendahulunya. Sedangkan keberhasilan para pendahulu patutu di contoh dan ditingkatkan lagi. Berdasarkan Permendiknas no 22 tahun 2006, mata pelajaran sejarah bertujuan agar para peserta didik memiliki kemampuan membangun kesadaran tentang pentingnya waktu dan tempat yang merupakan sebuah proses dari masa lampau, masa kini dan masa akan datang, memahami fakta sejarah secara benar dengan didasarkan pada pendekatan ilmiah dan metodologi keilmuan, menumbuhkan apresiasi terhadap peninggalan sejarah sebagai bukti peradaban bangsa dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang dapat di implementasikan di berbagai kehidupan. Read the rest of this entry

Jaman Prasejarah

Jaman Prasejarah

Jaman Batu

  1. Paleolitikum (jaman batu tua) : ciri-ciri zaman ini ; Alat batu masih kasar tidal diasah atau dihaluskan. Manusianya belum bertempat tinggal (nomonen = hidup berpindah-pindah)
  2. Mesolitikum (jaman batu tengah) : ciri-ciri zamn ini ; Alat-alatnya masih sama seprti zamn paleolitiku namun manusianya sudah menetap.
  3. Neolitikum (jaman batu Muda) : ciri-ciri zaman ini adalah alat-alat sduah diasar halus. dan manusianya sdah mulai mengenal bercocok tanam.

Jaman Logam

  1. Jaman Tembaga : Menggunakan tembaga sebagai bahan untuk alat-alat. Namun zaman ini tidak seluruh dunia mengalaminya. seperti di Indonesia misalnya.
  2. Jaman Perunggu : Orang sdah mulai mengenal tenologi yang lebih canggih dari Jaman tembaga, yaitu pencampuran Timah dan tembaga = perunggu
  3. Jaman Besi : Orang pada zaman ini sudah dapat melebur bijih besi dengan panas yang sangat tinggi lebih panas dari lebutran timah dan tembaga. zaman besi  ini adalah zamn terakhir dari Prasejarah.

Sumber : BUKU “pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 1″ karya Soekmono.

dicuplik dan di poskan di blok ini oleh Haris

bahan referensi silahkan camtumkan : http://sejahar.wordpress.com/2012/05/01/jaman-prasejarah/

Politik Kampus Bau Busuk

Politik Kampus Bau Busuk

Ah…  ini mungkin saya hanya ingin curhat dengan para kompasioner. beberapa hari yang lalu di kampus saya ada sebuah pemilihan Presiden Dewan Mahasiswa (DEMA). Acara akbar ini di gelar satu tahun sekali. Saya sebenarnya prihatin dengan kegiatan ini, karena disetiap kegiatan ini di laksanakan pasti saja ada acara-acara atau trik-trik bau kecing yang terselubung. Mahasiswa sebagai Agen of Change seharusnya memberi contoh yang baik pada semua kalangan bahawa dialah yang terbaik dengan menggunakan cara-cara yang baik pula. Namun pada tingkat Mahasiswa saja sudah ada Money Politik atau cara-cara jurang lainnya untuk mendapatkan gelar PRESIDEN MAHASISWA!! Ironis… kapan negeri ini akan damai sejahtea adil dan makmur kalau di tingkat paling rendah saja sudah ada kayak begini beginian. Belum lagi ada manipulasi data, Oh GOD apa sieh yang mereka inginkan. saat kampanye mereka meng Gembar-gemborkan misi-misi yang.. WaHHHH Banget…. tapi belum kepilih saja sudah Berbuat yang Ajegile juga. Cara yang jelek hasilnya juga jelek….. Cara kotor hasilnya juga kotor. Ach.. Para Mahasiswa… yang khususnya berkecimbung di dunia politik kampus,, SadarLAH,,,,,,

sudah ya… aku lagi galau mikirin hal ini ;(

Tulisan ini juga aku tulis di KOMPASIANA

Saat Pacar ingin “begituan”

Saat Pacar ingin “begituan”

Kita tidak bisa menutup mata bahwa tren pacaran sudah merupakan suatu gaya hidup, baik ABG maupun orang yang sudah tidak ABG lagi (tapi yang masih single loh, kalau yangg sudah punya pasangan hidup, namanya selingkuh), karena imej pacaran sudah menukik tajam sebagai sebuah gengsi, khususnya ABG yang mulai mengalami pertumbuhan sekunder dalam organ biologisnya, sudah ada rasa tertarik terhadap lawan jenis, maka timbulah rasa dan jika saling suka akan berimbas ke pacaran.

Mungkin kalau dulu, orang tua masih bisa mengontrol anak untuk tidak berpacaran, dan anak jaman dulu   lebih penurut, namun saat ini, ditengah gempuran berbagai tontonan dan informasi yang melazimkan hubungan antar lawan jenis itu, dan sikap orang tua yang lebih permissif, mau tidak mau berpacaran menjadi hal yang lumrah, meski tidak dipungkiri masih ada orang yang berpegang teguh untuk tidak berpacaran (salut!). Read the rest of this entry

Cerpen : Menemukan-MU

Cerpen : Menemukan-MU

            Hiruk pikuk kamera terus mengiringi langkahku menuju mobil, Ibu menggemgam tanganku begitu erat sehingga terasa sakit. Ibu terlihat begitu tergesa-gesa menuju mobil dan menjauhi para orag-orang yang membawa kamera dan beberapa orang yang ingin mewancarainya. Raut wajah ibu terasa kesal dengan tingkah laku mereka, begitu juga dengan aku. Cahaya kamera yang terus menerus memotret Ibu dan diriku itu membuat mataku sakit. Ini adalah hari libur, aku ingin sekali berlibur dengan Ibuku yang jarang aku temui karena kesibukannya sebagai Entertainer. Namun dimana ibu berada pasti ada saja kamera yang mengikuti. Aku tahu ibuku adalah artis terkenal yang sering mentereng di televisi. Namun beberapa hari ini Ibu sering terlihat di acara berita infotaimen. Sejak perceraian dengan Ayah ke tigaku, Paparazi sering mengikuti ibuku. hidupku pun juga tergangu dibuatnya, disekolah temen-temanku mencela bahwa aku adalah anak haram, aku tak mengerti apa maksud mereka berkata seperti itu. Aku merasa tidak tahan lagi atas ejekan teman-teman seperti itu, aku minta ibu untuk memindahkanku di SMP yang lain. Kehidupan kami memeng begitu glamor, semua apa yang aku mau terpenuhi. Namun aku belum menemukan kasih sayang Ibu. Aku tahu Ibu bekerja untuk aku, untuk makanku, pendidikanku, mainanku dan semuanya, namun setidaknya aku ingin mencium tangan Ibu saat berangkat sekolah. Ibu begitu sibuk setiap harinya bahkan pada waktu liburpun tetep bekerja. Akibat dari paparasi yang beredar aku di ungsikan ke rumah Kakek di desa, sekaligus meneruskan sekolah disana yang sebentar lagi sudah Lulus. Read the rest of this entry

Blogshop Negeri 5 Menara

Blogshop Negeri 5 Menara

hari sabtu 17 Maret 2012 Surabaya mendung namun semangat saya untuk tetep berangkat ke acara Blogshop dan review Film Negeri 5 Menara yang berada di Bank Indonesia Jl. Pahlawan 105 Surabaya lebih besar. Meski saya kurang tahu tempat acara tersebut, aku dan beberapa teman se kampus sempat tersesat karena banyaknya jalan yang ada di Surabaya. Blogshop ini di sponsori oleh iB awalnya saya tidak mengetahui apa itu iB, aku menganggap iB itu singkatan dari Internet Banking…  ehhh tau gak kawan apa arti iB, iB adalah Islamic Bangking atau bisa di sebut juga Perbangkan Syariah. Tanpa adanya iB ini mungkin aku tidak bisa mengikuti acara Blogshop ini dengan gratis, jadi aku sangat berterima kasih pada iB atas dukunganya dalam menyelenggarakan acara Blogshop dan review film Negeri 5 Menara yang para anggotanya adalah anggota dari kompasiana atau di sebut kompasioner. Banyak ilmu yang saya dapat pada acaya Blogshop di Surabaya ini, di sesi pertama pemateri dari pak Wahyudi mengenai menulis buku Non-Fiksi, contohnya : buku pelajaran. menulis buku non-fiksi mempunyai keunggulan tersendiri. diantaranya pasti banyak yang membeli, namun kelemahanya harus tepat Deadline-nya. Read the rest of this entry